Tuesday, 7 April 2020

CORONA: Little Creature, Do You Remember?

jadi, ada sebuah benda kecil. begitu kecil hingga tak terlihat mata. terkecuali dengan mikroskop.
corona.
sebuah nama yang sudah lama dikenal. ia berkembang menjadi berbeda. dibawa oleh kelelawar. sehingga disebut sebagai bat-corona virus. kemudian menjangkiti manusia.
dari seseorang. menyebar ke seluruh dunia.
nama resminya c0vid19. menyebabkan hal tak terduga. menghentikan banyak hal. menebar aroma duka cita.
jadi bagaimana kita menghadapinya?
pertama sekali. ini adalah sebuah pengingat bagi kita, orang-orang yang beriman. bahwa tiada Tuhan selain Allah. karena mungkin sering kita lupa. seringkali kita larut dengan dunia, menomor duakan-Nya. padahal kita hanyalah seorang hamba. laa ilaaha illallah. laa ilaaha illa anta.
kedua, bahwa Maha suci Allah dari takdir yang buruk! tidak ada takdir yang buruk. disaat seperti ini tidak sedikit orang yang berputus asa dari rahmat Allah. menyalahkan keadaan. mempertanyakannya kepada Allah. bahkan menyalahkan Allah. Subhanallah. Allah itu suci. tidak pantas seorang hamba menyalahkan takdir. bahkan sekedar mempertanyakannya.
karena, sesungguhlah dia sendirilah yang dzolim. kita sendirilah yang dzolim. wabah ini akibat dari perbuatan tangan-tangan jahil manusia. ketika suatu kemaksiatan terjadi, bukan cuma pelaku maksiat saja yang ditimpa adzab. melainkan orang-orang disekitarnya juga terkena dampaknya. karenanya kita selalu berkewajiban untuk mengingatkan. itu adalah tanggung jawab kita.
ketiga, maka akuilah, bahwa sesungguhnya kita ini orang yang dzalim. bertaubat, memohon ampun atas dosa kita, ketidakmampuan kita.
selanjutnya, kita harus bersabar. barangkali ada nikmat yang diambil dari kita. tetapi mari bersyukur atas nikmat yang tidak diambil dari kita. syukuri apa yang ada. dan melakukan usaha-usaha sesuai kemampuan kita.
-------
lebih jauh, memang wabah ini membawa derita.
sebelum itu terjadi, ada beberapa catatan yang perlu kita garis bawahi.
pertama, berawal dr pelanggaran hukum syara' yaitu memakan daging kelelawar yg haram hukumnya.
kedua, ketika telah diketahui wabah itu melanda sebuah negeri. negeri-negeri lain tidak segera menutup pintu masuk. bahkan malah membiarkan terbuka lebar-lebar. sehingga wabah cepat menyebar ke seluruh dunia. lagi-lagi ini tidak sesuai dengan ajaran Islam yang mengharuskan mengkarantina wilayah yang terserang wabah.
----
Astagfirullah. cerita selanjutkan adalah apa yang sedang kita jalani hari-hari ini.
wabah terus menyebar, entah sampai kapan.
rakyat kesulitan mencari nafkah, tenaga medis kesulitan peralatan.
pemerintah kesulitan menaungi rakyatnya. kesulitan membekali tenaga medisnya.
pada keadaan normal saja, banyak rakyat terbiasa menahan lapar. kini lebih banyak yang tak mampu membeli makanan.
pada keadaan normal saja, rakyat banyak yang tak mampu berobat, kini makin berat lagi menahan rasa sakit.
-----
pangan, kesehatan, merupakan kebutuhan dasar manusia yang seharusnya disediakan oleh negara.
tetapi negaramu sendiri terjerat utang ribawi. sumber daya negeri telah tergadai, tak terurusi.
kepemimpinan yang ada rupanya tidak mampu mengatasi.
lagi-lagi ini sebuah pelanggaran syariat.
----
kalau kita mau mengakui kedzaliman kita. kalau kita mau kembali kepada fitrah kita. menjadi hamba. ketika ketaatan kepada syari'at-Nya menjadi hal utama. Niscaya solusi itu ada.
tetapi jika kita memilih menutup mata dan telinga. meninggikan hati dihadapan syari'at-Nya. Ya.. mau sampai kapan? Kejadian seperti ini terus berulang.
Dan kamu memilih solusi selain solusi Islam? tak peduli halal haram?
----
Ucapkanlah: Laa Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzholimin.
Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Mari kembali menjadi seorang hamba. Menegakkan ajaran agama. Menerapkan syari'at Islam secara kaffah. dalam kepemimpinan islam sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah SAW. dilanjutkan para khalifah seterusnya. Niscaya Islam akan membawa rahmat ke seluruh dunia.

Thursday, 17 November 2016

C-Krankenhaus

Terkadang media sosial berubah menjadi sebuah rumah sakit. Penuh dengan pasien dengan gangguan delusional. Pada beberapa kasus juga bersifat impulsif. Ada yang berperan sebagai dokter dalam delusinya. Bergaya seolah memeriksa dan mendiagnosa. Menawarkan obat yang terlihat mujarab. Memberi injeksi yang membuat terbang melayang. Tertawa.

Tidak semua orang yang berada di sini adalah pasien. Terkadang ada juga seseorang yang berkunjung untuk mencari hiburan. Sebut saja Ray, ia datang hanya untuk tertawa. Menikmati setiap pertunjukan yang ada.

Sekali waktu aku pernah bertanya padanya, apakah dia tidak berempati kepada mereka? Dia menjawab: “Apa kau tahu sudah berapa lama aku mengunjungi tempat ini? Itu cukup lama untukku kehilangan empati. Awalnya aku prihatin, terkadang aku marah, lihatlah betapa menyedihkannya mereka. Tetapi mereka sendiri yang memilihnya. Hidup dalam delusi. Merasa lebih senang hidup dalamnya. Dan aku tidak mau merugi hanya demi bersedih atas mereka. Anggap saja ini acara drama, komedi. Lawakan yang sungguh berbahaya!”

Begitulah Ray, ia terlihat seperti menyerah dengan empati. Tetapi aku tahu persis apa yang dia lakukan, dia masih berbelas kasih. Semua orang di sini adalah pasien, kecuali aku dan Ray. Tentu ini cukup memberi penjelasan akan siapa Ray. Lantas siapa aku? Ray juga pernah menanyakan hal itu kepadaku. Siapa aku? Aku hanya seorang pemerhati kesehatan. Aku mengangkat tanganku, menggerakkan jari telunjukku, mengetuk-ngetukkan ujungnya di sisi sebelah kanan keningku.

-----------------------
Cerita ini hanya fiktif belaka, lho!

Saturday, 8 October 2016

Profesi Terpenting di Dunia

Dewasa ini kita perlu menempuh pendidikan sekolah dasar selama 6 tahun, ditambah sekolah menengah pertama (SMP) selama 3 tahun dan masih ada 3 tahun lanjutan lagi di sekolah menengah atas (SMA). Dua belas tahun mengenyam pendiikan tidak lantas membuat kita mendapatkan pekerjaan yang “enak”. Lulusan SMA tentu hanya akan menempati posisi bawah dalam piramida lapangan kerja. Untuk mendapat pekerjaan yang lebih “enak” dengan gaji yang lebih tinggi tentunya kita perlu memiliki kemampuan tertentu. Dan di universitas kita memiliki kesempatan untuk mempelajari kemampuan yang spesifik sesuai dengan minat kita.

Di universitas, pendidikan dokter merupakan salah satu yang favorit. Perlu waktu setidaknya 4 tahun untuk menjadi sarjana kedokteran. Belum lagi pendidikan lanjutan untuk menjadi profesi dokter. Begitu juga untuk menjadi akuntan, insinyur, pengacara, guru, dan sebagainya diperlukan waktu yang tak kalah panjangnya. Namun 12 tahun pendidikan sekolah dasar dan menengah ditambah 4 tahun pendidikan di universitas ditambah lagi pendidikan profesi apakah sudah cukup menjadikan profesi kita sebagai profesi yang terpenting?

Generasi muda kita kian berlomba-lomba meraih pendidikan tinggi. Dan apalagi tujuannya selain untuk memperoleh pekerjaan yang “enak” atau yang bergengsi, berpenghasilan lebih tinggi. Tentu kita tidak menafikkan ada sebagian yang memiliki motif berbeda. Fokus kita adalah pada mainstream pendidikan masa kini. Tak berhenti sampai pada sarjana atau pendidikan profesi, generasi muda berlomba-lomba meraih gelar Magister bahkan Doktor. Ini adalah sebuah semangat belajar yang patut kita apresiasi. Merekapun kemudian menempati posisi-posisi penting baik di sektor publik maupun swasta. Menjadi ahli-ahli di bidangnya. Apakah setelah mencapai pendidikan tertinggi dan mencapai posisi terpenting dalam bidangnya lantas dapat disebut profesi itu sebagai profesi terpenting?

Tokoh pendidikan Inggris era Victoria, Charlotte Mason menyebut orang tua sebagai profesi paling penting di dunia. Ya orang tua. Kita bisa bersekolah untuk mencapai gelar Doktor atau Profesor sekalipun, dengan nilai terbaik. Tetapi tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Padahal hampir setiap orang akan menjadi orang tua. Dan profesionalitas sebagai orang tua tentu akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan generasi selanjutnya. Kita sibuk belajar meraih gelar akademis, meraih posisi puncak dalam karier, tetapi kita seringkali lupa belajar untuk menjadi orang tua. Kita bahkan baru belajar menjadi orang tua ketika kita telah menjadi orang tua.

Di dalam buku “The Checklist Manifesto”, Atul Gawande, seorang dokter dan penulis, membagi permasalahan dunia ke dalam tiga kategori: sederhana (simple), rumit (complicated), dan kompleks (complex). Menanak nasi dan mencuci baju termasuk masalah sederhana. Menerbangkan roket dan membangun gedung bertingkat 100 termasuk masalah rumit karena memerlukan berbagai jenis ilmu, keahlian, dan pendekatan khusus. Sementara mendidik anak termasuk permasalahan kompleks. Setiap anak adalah spesial. Setiap anak anak terlahir berbeda dan perlu perlakuan yang berbeda pula. Kesiapan kita sebagai orang tua dalam memelajari dunia anak, dunia keayah-bundaan, akan banyak membantu dalam memahami mereka, anak-anak kita dengan segala potensi terpendamnya. Jangan sampai kita menjalani profesi sebagai orang tua hanya karena kebetulan kita punya anak. Lebih dari itu, kita harus menyiapkan yang terbaik, segala ilmu yang perlu bagi tumbuh kembang anak, meskipun itu meliputi poleksusbudhankam sekalipun. Hehe.. terdengar bercanda tapi ini serius karena dalam mendidik anak memang perlu lintas disiplin ilmu. Dan tentu, tanamkan akidah yang lurus, agar ia tak tersesat nantinya. Karena, eh karena.. dewasa ini banyak sekali anak-anak yang pintar tetapi tumbuh sebagai penjahat. Jadi, bekal apa yang telah anda persiapkan untuk anak-anak anda? seberapa orang tua-kah anda?

Tuesday, 26 January 2016

gadis cantik berkacamata


aku melangkah di jalanan dingin
sendiri, berkabut sepi di pagi ungu
***
aku berjalan
terus melangkah di ufuk  jauh
melampaui yojana tempat kau bersimpuh
tetapi bayangmu masih saja menyentuh
jiwaku yang tak lagi utuh

di jalan-jalan sepi yang dirintiki hujan
masih ku dengar nadamu menyanyi syahdu
dihiasi warna muka bunga dan pepohonan yang sendu

bukankah tlah kulepas kau di balik horison?
sedang di dalam hatiku tlah kau lepaskan sauh
menancap di sini, di nyawa yang tinggal separuh
***
duhai gadis cantik berkacamata
kau terjatuh di pangkuan..
di bawah terang cahaya rembulan
di dalam mata yang berkaca-kaca

Thursday, 21 January 2016

jangan menunggu

jangan kau tunggu
seseorang itu yang belum kau tahu
meski di pagi saat mata terbuka
atau di sore saat lelah bekerja
bayangan itu hadir dan bertanya
"sedang apa?"

jangan kau nanti
wajahnya yang tak pasti
meski saat terlelap di malam hari
seolah terbayang ia dalam mimpi

jangan menunggu
ia mungkin terjatuh di tempat yang dulu
masih mengaduh dan rapuh
sendirian menyeka eluh dan peluh

jangan berharap segera
karena mungkin masih terlalu lama
sampai nampak batang hidungnya
untuk temui ayah dan bunda

jangan menunggu
sekali lagi jangan kau tunggu
bila lelah menjadi pilu
bila tak sanggup menanggung rindu

Monday, 9 November 2015

makhluk detak-detik

crik... crek... crik... crek.. crik.. crek..

kau tahu? dalam 24 jam sehari semalam, ada saat dimana kita bisa mendengar suara itu. suara jam dinding yang mengerjap-kerjapkan jarumnya. itu adalah saat dimana kesadaranmu sedang penuh. saat fokusmu tak lagi terberai oleh riuhnya duniamu. saat-saat dimana kau melepaskan segala perhatian untuk sejenak memejamkan mata. maka terdengarlah suaranya, bicara kepadamu, detak detik yang begitu jelas kau dengar. sebelum kau tertidur dan tak lagi menyadarinya.

begitu sempit waktu itu, saat-saat kau bisa mendengar detak jam dinding. bukan karena ia jarang berdetak. bukan berarti ia jarang mencoba untuk berbicara kepadamu. hanya saja, kita tidak selalu konsen untuk mendengarkannya. kita terlalu sibuk dengan keramaian dunia kita. begitu menyibukkan. padahal jam dinding itu selalu berdetak setiap detik selama 24 jam sehari. tak pernah absen ia berusaha mencuri perhatianmu. dan kita tidak peduli kepadanya melainkan hanya sesaat.

kita terus bekerja, terus maju menggapai tujuan kita. meski terkadang juga kita sejenak berhenti dan bertanya, untuk apa? apa tujuanku sebenarnya? terkadang kita juga bertanya-tanya tentang hal-hal yang tak kita ketahui. keterbatasan-keterbatasan kita. atau rasa ketidakadilan jika kita memiliki secuil perspektif kemanusiaan. dan semua hal yang terangkum dalam "kekacauan" di depan mata kita. berjibaku untuk sesuatu yang kemudian kita sebut sebagai "berjuang" atau "perjuangan". atau sekedar menjalaninya saja demi sesuatu yang kita sebut "rasa bahagia".

saya tidak menyangka catatan ini akan menjadi agak panjang. dan sepertinya cukup menarik untuk disimak. bahkan saya sendiri merasa antusias untuk mengetahui keseluruhan isi dari narasi ini. ketika tiba-tiba semua menjadi hening... memberi kesempatan kepada detak-detik itu untuk berbicara..

ketahuilah, jika kau percaya bahwa hidupmu adalah suatu rangkaian yang berkaitan. maka sungguh pembicaraan dengan detak detik yang kau dengar saat ini adalah suatu rangkaian dari masa lalumu. pilihan-pilihan dimasa yang dulu hingga kau berada di sini, saat ini. begitu juga akan berdampak pada masa yang akan datang. masa depanmu. jika kau saat ini merasa semua baik-baik saja, maka lanjutkanlah tidurmu. kau hanya sedang bermimpi indah. tetapi jika tidak maka jawablah.. jawablah suara dari detak detik itu.. detak detik yang sering kau lupakan. detak detik yang kini kau dengar..

ada banyak hal yang tak kau ketahui, bukan..? ada banyak hal yang tak kau sadari..  dan itu seperti detak detik yang tak mampu kau dengar di tengah sibukmu. kau tak sadar bahwa selama ini apa yang kau cari, apa yang tak kau temukan adalah karena kau sendiri yang "menolak" untuk berjumpa dengannya. menutup diri dengan kesibukan-kesibukan, dengan "perjuangan" yang justru menjauhkan dirimu dari dia. dia yang kau cari, yang tak kau temukan. dia, sesuatu yang hilang dari potongan-potongan puzzle duniamu. dia ada di dekatmu, berbicara denganmu setiap waktu. hanya saja kau telah terlena, oleh suara yang mengajakmu bicara di sana. maka diamlah sejenak, tenanglah, lepaskanlah semua, ikhlaskanlah. kau akan menemukanku dengan mudah. suara detak detik jam dinding yang mendoakanmu sepanjang malam. yang ketika siang kau "menghilang" detak detik itu terus berdoa agar kau kembali.

ya, jika kau memiliki sesuatu yang kurang dalam hidupmu, maka begitulah keadaan yang sebenarnya. justru kau sendiri yang merenggut sebagian yang kurang itu dari dirimu sendiri. bayangkanlah, jika detak detik itu adalah suara dari seorang manusia. pikirkanlah, bila detak detik itu adalah nasehat dari orang-orang yang tulus mencintaimu. yang tak pernah berhenti menasehati meski kau tak peduli. yang tak jemu mengoceh meski kau bungkam mereka. kau balas dengan olok-olok. kau tutup telinga dengan prasangka. kau balas dengan berbalik menasehati. kau bilang: "berhentilah berdetak detik, toh bumi masih akan berputar." lupa, bila tanpa detak detik itu bagaimana kau tahu kapan harus berangkat, kapan kembali. kapan kau harus sejenak mengingat siapa dirinya. dan ketika olok-olok itu terus saja mengalir, maka "manusia" detak detik itu berkata pada dirinya sendiri: dia hanya belum tahu, dia hanya belum paham. kemudian terus mengerjap-kerjapkan detak detiknya. walau rasa lelah itu ada, walau hatinya yang biasa tentu mengecap luka dan duka. ia terus berdetak-berdetik sampai habis masanya. (semoga demikian.)


aku di sini berbicara padamu. aku bukanlah detak detik itu. tetapi sadarilah akan kehadirannya. betapa cintanya ia. betapa tulusnya. selanjutnya terserah padamu. nasibmu ada di tanganmu. dan kepada detak detik.. kepada mu wahai makhluk detak-detik.. kusampaikan sebuah doa.. semoga apa yang kau nantikan tercapai.. semoga kelak kau akan sampai disana, di tempat kesudahan yang baik.. dimana malaikat-malaikat masuk dari pintu-pintu berkata: salaamun'alaykum bimaa sabartum..

Wednesday, 17 June 2015

FIQIH RAMADHAN

FIQIH RAMADHAN
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman

Ramadhan bukan hanya puasa. Di dalamnya, banyak aktivitas yang diperintahkan. Begitu juga sebaliknya.
Beberapa ketentuan hukum yang harus dipahami oleh kaum Muslim selama bulan suci Ramadhan adalah, sebagai berikut:

1- Ru’yatu Hilal: Mencari hilal [taharri hilal] sebagai sebab jatuhnya kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan hukumnya fardhu Kifayah. Dasarnya adalah, “Fa Man Syahida minkum as-Syahra falyashumhu.” [Siapa saja di antara kalian yang menyaksikan bulan, maka hendaknya berpuasa] [Q.s. 2: 185].
Untuk melaksanakan kewajiban ini, kaum Muslim pun akan berbondong-bondong mencari hilal. Negara, pada saat yang sama, akan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk terlaksananya kewajiban ini. Setelah terbukti yang melihat, diambil sumpahnya, dan dinyatakan sah, maka Khalifah akan mengumumkan hasil itsbat tersebut ke seluruh dunia.

2- Wihdatu al-Mathla’ wa Ta’adduduh [Kesatuan dan Multi Mathla’]: Mathla’ [tempat terbitnya bulan] yang menjadi patokan hilal ada perbedaan di kalangan ulama’. Ada yang mengatakan, satu untuk seluruh dunia, dan ada yang mengatakan boleh lebih dari satu. Pendapat yang pertama, adalah pendapat Jumhur mazhab. Sedangkan pendapat yang kedua adalah pendapat Imam Syafii.
Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, pendapat yang pertamalah yang lebih kuat. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam dan seluruh dunia, maka Khalifah pun akan menetapkan satu mathla’ untuk seluruh dunia.

3- Sahur: Sahur hukumnya sunah. Disunahkan makan sahur, sebagaimana hadits Nabi, “Tasahharu fainna fi as-sahuri barakah.”
[Sahurlah, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan] [Hr. Muttafaq ‘Alaih]. Juga disunahkan untuk mengakhirkan sahur, menjelang Fajar.

4- Tarawih: Shalat Tarawih, juga disebut Qiyam Ramadhan. Hukumnya sunah, sebagimana disebutkan dalam hadits Nabi, “Man Qama Ramadhan imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbihi.” [Siapa saja yang mendirikan shalat di malam bulan Ramadhan dengan keimanan dan ikhlas untuk-Nya, maka dosanya telah lalu akan diampuni] [Hr. Bukhari]. Selain itu, juga sunah fi’liyyah Nabi saw. dan Ijma’ Sahabat.

5- Shaum: Puasa, atau menahan diri dari segala perkara yang bisa membatalkan puasa di siang bulan Ramadhan, hukumnya wajib. Dasarnya firman Allah SWT, “Ya Ayyuha al-Ladzina Amanu Kutiba ‘alaikum as-Shiyam..” [Wahai orang-orang yang beriman, telah ditetapkan untuk kalian kewajiban berpuasa] [Q.s. 2: 183]. Kewajiban ini berlaku bagi kaum Muslim, pria-wanita, baligh, berakal dan mampu.
Bagi yang sedang bepergian atau sakit ada rukhshah [dispensasi]. Mereka boleh tidak berpuasa, dengan kewajiban untuk mengganti puasanya pada waktu yang lain. Allah berfirman, “Wa Man Kana Maridhan au ‘ala Safarin fa’iddatun min Ayyamin Ukhar.” [Siapa saja yang sakit atau bepergian, maka baginya kewajiban mengganti di hari-hari lain] [Q.s. 2: 185].

6- Qira’ah al-Qur’an: Membaca al-Qur’an, menghayati makna dan mengamalkannya hukumnya fardhu ‘ain bagi tiap kaum Muslim. Kewajiban ini tidak hanya berlaku di bulan Ramadhan, tetapi juga di luar bulan suci Ramadhan. Namun, jika kewajiban ini dilakukan di bulan Ramadhan, maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

7- Sedekah: Sedekah hukumnya sunah, baik di luar maupun di bulan
Ramadhan. Hanya saja, jika sedekah ini dilakukan di bulan Ramadhan, pahalanya berbeda. Karena, nilai kesunahannya dinaikkan menjadi setaraf dengan fardhu. Sebagaimana sabda Nabi, “Man Adda Khashlatan min al-Khairi, Kana Kaman Adda Faridhatan fima Siwahu.” [Siapa saja yang menunaikan satu kebaikan, sama dengan menunaikan satu kefardhuan di luar Ramadhan] [Hr. Ibn Huzaimah].
Ini tidak hanya berlaku untuk sedekah saja, tetapi juga berlaku untuk perkara sunah yang lain. Shalat, menolong orang atau pun yang lain.

8- Lahwu wa Laghwu: Main-main dan melakukan hal yang sia-sia, seperti mengisi waktu puasa dengan bermain, menghabiskan waktu di depan televisi, ganget, dan segala sarana yang bisa melalaikan termasuk perkara yang dilarang. Begitu juga ucapan, obrolan dan tindakan yang sia-sia harus ditinggalkan sejauh-jauhnya di bulan suci Ramadhan. Dalam hal ini, ‘Umar bin al-Khatthab berkata, “Laisa as-Shiyamu min at-Tha’am, wa as-Syarab wahdah, wa lakin min al-Kadzib, wa al-Bathil, wa al-Laghwi wa al-Halaf.” [Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja, tetapi juga menahan diri dari dusta, perkara batil, sia-sia dan sumpah serapah] [al-Majmu’, Juz VI/409].

9- Dakwah dan Jihad: Baik dakwah maupun jihad, sama-sama hukumnya wajib. Kewajiban ini harus dilakukan kapapun dan di mana pun. Namun, jika dilakukan di bulan Ramadhan, dengan tingginya faktor ketaatan dan kedekatan pelakunya dengan Allah SWT, maka tingkat keberhasilannya akan tinggi. Karena itu, Nabi saw. dan para sahabat, juga Khalifah dan penguasa kaum Muslim setelah mereka, banyak menggunakan momentum Ramadhan untuk melakukan kedua kewajiban tersebut. [Lihat, Siyasah Syar’iyyah].

10- Umrah: Meski Nabi saw. sendiri tidak pernah melakukan umrah di bulan suci Ramadhan, namun Nabi saw. pernah bersabda, “Umratun fi
Ramadhan Ta’dilu Hajjatan.” [Umrah di bulan Ramadhan setara nilainya dengan haji] [Hr. Ahmad dan Ibn Majah]. Hadits ini cukup menjadi dalil, bahwa melaksanakan umrah di bulan suci Ramadhan hukumnya sunah, dan pahalanya sama dengan ibadah haji.

11- Dakwah li Isti’naf al-Hayat al-Islamiyyah: Seluruh hukum di atas hanya akan bisa diwujudkan dengan sempurna, ketika dilaksanakan dalam suasana kehidupan Islam. Maka, menghidupkan kembali kehidupan Islam hukumnya wajib. Bahkan, karena ini menjadi pangkal kembalinya seluruh pelaksanaan hukum Islam, maka kewajiban untuk mengembalikan kehidupan Islam merupakan mahkota kewajiban [taju al-furudh].
Mahkota kewajiban ini tidak mungkin bisa diwujudkan, kecuali dengan adanya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah. Karena itu, berjuang untuk menegakkan Khilafah juga merupakan mahkota kewajiban [taju al-furudh]. Kewajiban ini sangat besar nilainya, jika dilaksanakan di bulan suci Ramadhan. Disamping itu, tingkat keberhasilannya juga lebih tinggi, karena tingkat ketaatan dan kedetakan para pejuangnya dengan Allah SWT.

Khadim Majelis Syaraful Haramain – Indonesia

KH. Hafidz Abdurrahman
@Hafidz_AR1924
www.facebook.com/har1924

Saturday, 30 May 2015

Lia Eden Ingin Kembali Eksis?

Negara kita tercinta ini sepertinya memang tidak pernah kehabisan bahan berita. Setelah mereda satu isu, dapat dipastikan akan merebak isu-isu baru. Lepas dari isu beras plastik dan sangkakala yang masih sayup-sayup terdengar. Kini publik kembali dipertontonkan aksi "ajaib" seorang pimpinan spiritual bernama Lia Eden. Siapakah Lia Eden ini? Bagaimanakah sepak terjangnya selama ini? Mari kita simak uraian singkat di bawah ini.

Lia Eden menjadi buah bibir publik setelah mendirikan kelompok kepercayaan yang disebut Kaum Eden. Wanita bernama asli Lia Aminuddin ini mengaku dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril. Lia Eden juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk meramalkan kiamat. Keanehan Lia Eden memuncak pada akhir 2006 lalu ketika dia mengaku bermimpi ketemu Jibril. Dia juga bilang di rumahnya ada air zam-zam. Lia juga menantang pengurus masjid adu ilmu, dan menantang Nyi Roro Kidul di laut Selatan. Lebih gila lagi, Lia meminta Presiden SBY untuk pindah agama. Pada tahun 2007 Lia Eden dijebloskan ke penjara dengan dakwaan penistaan agama.

Gambar Lia Eden, Sumber: Courtesy of google


Setelah bebas dari penjara dan beberapa tahun tidak terdengar kabar beritanya, Lia Eden kembali menjadi buah bibir. Betapa tidak, Lia mengirim surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Direktur NASA, Duta Besar, Polri, KPK dan DPR serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui berbagai media massa. Dalam suratnya Lia Eden memprediksi bahwa akan ada gempa dahsyat yang menghancurkan Jakarta. Lia mengaitkan ini dikaitkan dengan adanya suara yang menyeruapi tiupan terompet yang terjadi di beberapa negara beberapa waktu lalu. “Akan ada guncangan hebat melanda Jakarta, karena Tuhan sudah berketetapan membatalkan Surga-Nya di Jakarta,” tulis Lia Eden melalui suratnya. 

Lebih lanjut dalam suratnya, Lia Eden menyebutkan bahwa Indonesia dikendalikan oleh Dajjal Nyi Roro Kidul. Lia juga meminta Jokowi untuk lepas dari pengaruh Nyi Roro Kidul dan kekuatan jahat agar bisa menjadi Rasul. Bahkan Lia meminta kepada Presiden Jokowi agar bersedia memberi izin pendaratan UFO yang ditumpangi malaikat Jibril. Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau disapa ‘Ahok’ malah takut membaca surat Lia Eden tersebut, Ahok meminta asistennya membaca surat itu. Ahok mengaku takut menjadi pengikut sekte Eden itu. “Aku tidak baca, asistenku saja yang baca. Nanti kalau saya baca jadi pengikut kali atau jadi tergoda,” kata Ahok tertawa lepas.

Melihat pernyataan-pernyataan Lia Eden dalam suratnya, tentu saja membuat siapa saja yang memiliki akal sehat akan sadar bahwa Lia bukanlah orang biasa. Ya, Lia Eden perlu bantuan kita semua sebagai manusia beragama bahwa Lia mendesak perlu mendapat penanganan yang serius dari psikiater. Mungkin sudah terlalu banyak syaitan yang bersemayam di tubuhnya hingga bicaranya melantur kemana-mana. Bagaimana menurut anda?  

Beras plastik, hanya sekedar isu?

Beberapa waktu ini publik Indonesia tiba-tiba dihebohkan dengan fenomena penemuan beras plastik. Penemuan ini tiba-tiba menjadi berita utama yang menghiasi media massa tanah air. Tak pelak berita ini menimbulkan keresahan masyarakat. Tetapi belakangan berita mengenai isu beras plastik kian simpang siur. Hingga pada hari Selasa (26/05) Kapolri Badrodin Haiti dalam sebuah jumpa pers menegaskan bahwa tidak terbukti adanya beras plastik.

Isu beras plastik palsu muncul ketika ada laporan dari seorang warga Kota Bekasi, Dewi Septiani (29). Awalnya beras yang dibeli Dewi setelah dimasak menimbulkan efek mual-mual. Dewi kemudian mencari informasi di internet dan melihat video Youtube mengenai beras China yang ciri-cirinya mirip dengan beras yang dibelinya. Karena khawatir hal serupa menimpa teman-temannya, Dewi menyebarkan penemuan beras yang diduga olehnya palsu tersebut ke media sosial. Begitulah kemudian isu beras plastik dengan cepat menyebar ke masyarakat. 

Gambar ilustrasi beras palsu, Sumber: Courtesy google

Dalam jumpa pres, Badrodin menyebut bahwa memang hasil pemeriksaan Sucofindo pekan lalu menunjukan hasil positif, sehingga Wali Kota Bekasi saat itu menyampaikan ke media bahwa beras sampel yang diperiksa Sucofindo mengandung bahan plastik. "Tapi hasil pemeriksaan di laboratorium forensik (Polri), BPOM, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, hasilnya negatif, tidak ada unsur plastik." Perbedaan hasil pemeriksaan, kata Kapolri Badrodin Haiti, menimbulkan dugaan soal kemungkinan-kemungkinan salah pengambilan sampel, tambah Badrodin.
"Kemudian saya bersama Menteri Perdagangan (Rahmat Gobel) mendatangi Sucofindo, menanyakan proses pemeriksaan dan meminta sampel yang masih tersisa di Sucofindo. Kemudian kami periksakan lagi ke (laboratorium) BPOM dan laboratorium Polri. Hasilnya juga negatif."
"Oleh karena itu, Kami simpulkan bahwa beras yang diduga plastik tidak ada."

Hasanudin Abdurakhman, seorang Doktor fisika mengatakan bahwa bisa jadi kandungan plastik dalam beras akibat kesalahan penanganan atau tercampur secara tak sengaja. Di sisi lain baik dari segi produksi maupun segi ekonomi tidak masuk akal bila memproduksi beras palsu dari plastik. Karena harga bahan dasar plastik -bahkan yang daur ulang- akan lebih mahal dari beras dan teknologi untuk memproduksinya juga tidak bisa yang terlalu sederhana. Lebih-lebih plastik tak bisa dicerna dan gampang dikenali rasanya yang asing oleh lidah.

Ya, begitulah isu seputar beras plastik yang terlanjur heboh di media massa dan dengan cepat menjalar ke masyarakat. Secara nalar beras plastik memang sesuatu yang seharusnya mudah dikenali bila memang beredar di masyarakat. Jikapun memang benar ada peredaran beras plastik, seharusnya dapat dengan mudah ditemukan bukti-bukti keberadaan beras plastik dalam skala yang besar tentunya. Tetapi jika kita simak bagai mana awal dari isu ini dan perkembangannya, sepertinya ini hanya sebuah isu belaka yang sengaja dibuat untuk meresahkan masyarakat.
Bagaimana menurut anda? 

Friday, 29 May 2015

suara aneh dari langit, terompet sangkakala?


Akhir-akhir ini marak berita tentang terdengarnya suara aneh yang muncul dari langit. Suara aneh ini terdengar setidaknya di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Australia. Spekulasi mengenai suara aneh yang terdengar mirip terompet inipun makin merebak. Sebagian orang mengaitkan suara ini sebagai suara terompet sangkakala. Terompet sangkakala dalam keyakinan agama berarti adalah tanda akan kiamatnya dunia. Tentu saja hal ini menimbulkan ketakutan sebagian orang yang percaya akan spekulasi tersebut. Dalam sisi ilmiah suara aneh yang terderang di langit dapat saja terjadi karena fenomena fisika. Bagaimana sebenarnya hal ini terjadi, mari kita kupas dengan sederhana!


Menurut NASA sebagaimana diungkapkan situs Tech in Times, bunyi aneh itu berasal dari gerakan planet dan bintang. Bahkan suara terompet "sangkakala" langit itu bisa didengarkan setiap hari. Istilah ini disebut The Hum. Mereka menyebut begitu sejak 1970-an dimana fenomena ini terdengar pertama kali oleh ilmuwan NASA. The Hum yang berarti dengungan merupakan bunyi semesta dengan frekuensi rendah dan ini bisa didengarkan oleh penduduk di sebagian wilayah bumi. Hum ini merupakan fenomena biasa. Terkadang telinga manusia pun sering mendengarkan suara berdenging. Jika malam hari, saat seluruh mahluk tidur dan peralatan elektronik dimatikan, dengung bumi lebih jelas terdengar.

Gambar ilustrasi The Hum, Sumber: Courtesy of google


Lantas bagaimana peristiwa ini bila ditinjau dari sisi agama? Mari kita simak sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Amr berikut ini:

“Kemudian ditiuplah sangkakala, maka tidak ada seorangpun yang mendengarnya kecuali akan mengarahkan pendengarannya dan menjulurkan lehernya (untuk memerhatikannya). Lalu, tidak tersisa seorangpun kecuali dia mati. Kemudian Allah l menurunkan hujan seperti gerimis atau naungan –perawi ragu–, maka tumbuhlah jasad-jasad manusia karenanya. Lalu ditiuplah sangkakala untuk kali berikutnya, tiba-tiba mereka bangkit dari kuburnya dalam keadaan menanti (apa yang akan terjadi).” (HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr)


Dari hadist di atas maka dapat kita simak bahwa suara terompet sangkakala seharusnya dapat dilihat oleh semua orang. Hal ini tentu berbeda dengan fenomena suara aneh yang hanya terdengar di beberapa negara saja. Dalil lain juga menunjukkan bahwa suara terompet sangkakala memiliki efek yang dahsyat sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an. “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml: 87). “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (Az-Zumar: 68). Jika benar suara aneh yang terdengar di langit itu adalah suara terompet sangkakala tentu kita semua sudah mati, bukan?
Bagaimana menurut anda?





Sunday, 16 February 2014

it is about drawing closer to...

ray, malam ini hujan kembali turun.. seperti malam itu.. 
hari-hari ini hujan mengguyur dengan curah yang tinggi, tapi tak setinggi malam itu
di kota-kota lain hujan ini mengundang banjir, beritanya bahkan lebih luas dari malam itu
ada lebih banyak orang yang mengungsi, ada lebih banyak wilayah yang tergenang
ray, malam itu saya telah hampir berputus asa
banjir telah membawa hanyut seluruh milik saya
meski tiap kali hujan saya selalu berdoa
Allahumma shayyiban naafi'a *
menyambutnya sebagai berkah yang anugerah
menyempatkan bersalaman dengan ari-nya
membiarkan peluknya yang seketika
ray, malam itu saya hampir tidak lagi percaya
akan doa-doa, yang tak mampu membendung banjir itu
doa-doa itu seakan tak berdaya menghadapinya
ray, lama sekali kesedihan itu menghantui
menangisi sepanjang sisa malam dalam guyuran hujan
yang ketika hujan itu reda, air mata pun telah jatuh tanpa sisa
yang tersisa hanyalah mendung yang menggelayut di langit hati
jatuh membanjiri dengan awan kelabu
meluap, menyesak seluru kalbu
bertanya..
Apakah kesedihan itu ada batasnya? **
ray, sejak dulu saya memang cengeng
selalu murung hanya demi keinginan yang tak menentu
seringkali menangis hanya karena urusan tak perlu
saya masih ingat kalimatmu dulu
Manusia pantas menangis karena dua hal, yang pertama ketika bertemu yang dicintainya,
yang kedua ketika berpisah dengan yang dicintainya. ***
ray, malam itu saya mencintainya
malam itu ia adalah separuh nyawa saya
malam itu ia adalah kunci kebahagiaan saya
malam itu saya terlalu mencintainya
malam itu saya pantas sekali menangisinya
ray, dunia ini indah
dan ia-lah kunci keindahan itu
ia-lah dunia saya
dan saya terlalu mencintainya..
ray, malam itu saya memang terlalu mencintainya
hingga kecintaan itu membuat saya begitu nelangsa
terlalu mencintai dunia menjadikan bencana itu begitu nyata
hingga menjadi tragedi bagi cinta yang sesungguhnya
ray, saya merenungi kembali nasihatmu
Genggamlah dunia di tanganmu dan letakan akhirat di hatimu, agar kamu senantiasa teringat akhirat tanpa melupakan dunia. *****
dulu saya terlalu jauh mencintai dunia
hingga tanpa sadar ia menggengam hati saya, menguasai hati saya
dan ketika dunia itu tiba-tiba lenyap
lenyap pulalah hati saya
ray, perlahan saya mulai memulai ini dari awal
memulai mengingat-ingat hati saya yang lenyap itu
saya bertanya pada diri saya, siapa saya?
saya adalah manusia, apa itu manusia?
dan perlahan saya kembali ingat
saya adalah seorang muslim, ray
dan saya kembali belajar menjadi seorang muslim
kembali saya teringat nasihatmu dulu
Becoming a Muslim is about change; it is about drawing closer to the Creator and consciously living your life in line with the way of life chosen by the One who created all things with love and mercy. ****
ray, kembalinya ingatan itu membuat saya menangis
kali ini adalah tangis yang benar-benar pantas, ray
karena saya kembali bertemu dengan yang saya cintai, Allah
saya kembali menemukan hati saya yang cerah
saya kembali menemukan hati saya yang memancarkan mata air
mata air yang mengalir keseluruh tubuh saya, menyegarkan jiwa saya
saya terus belajar, dan belajar
memahami kesederhanaan Islam
The basic teachings of Islam are few but each forms a whole way of life; a way of thinking and a way of dealing with life's problems. If correctly understood, the creed of Islam guides us through the ups and downs of life, steering us to success in this life and the next. ****
ray, malam ini hujan kembali turun..
tetapi kesedihan itu tak pernah turun kembali
semua telah jauh berlalu
kini saya telah memiliki dunia saya yang baru
dan pasti dunia ini hanya akan saya genggam di tangan saja
dan menaruh akhirat di hati saya
ray, hari ini saya benar-benar dapat memahami kalimatmu itu
Our knowledge of what’s going on around us is limited.But Allah knows what people are planning and doing. ****
saya percaya doa-doa itu di dengar-Nya
saya percaya "Allahumma shayyiban naafi'a"
saya percaya bahwa duka juga memiliki cinta 
sebagaimana berkah itu saya rasakan kini
ray, terkadang saya takut kehilangan
seperti dulu..
saya takut kehilangan hati saya
tetapi saya selalu yakin dan berdoa
Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubana ‘ala tho’atik. ******
Yaa muqallibal quluub tsabbit quluubanaa ‘alaa diinik. *******
semoga Sang Pemilik Hati menetapkan hati ini kepada ketaatan dan agama-Nya.
-it is about drawing closer to the Creator-
Jum'at 29 Rabiul awal 1435 H, dengan segenap kerendahan hati, dan kerendahan diri:
-Ray Nevralone-
Referensi:
*HR. Al-Bukhory no. 974
**Original qoute by: Darwis Darwis
***Original quote by: Ray Nevralone
****Original quote by: Selma Cook
*****Original quote by: Abu Bakar Ash Siddiq
******HR. Muslim no. 2654
*******HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525
Special thanks to Selma A. Cook for the inspiration.

Tuesday, 21 January 2014

cerita

langit biru berwarna
anak kecil berlari mengejarnya
tiada mengenal arti yojana
orang tua hanya tertawa

lepas tetap mencari
anak kecil tiada lelah
mengejar matahari
anak kecil tiada resah

larut datang menjemput
sang putra tumbuhlah sudah
berganti rembulan
tiada henti ia pandang

malam senandung sendu
malam tanamkan rindu
putra hanya meratap pilu
rembulan putih tancapkan sembilu

ketika putra mulai merasa
indahnya jatuh cinta
tersadar ia
kejamnya yojana

menggubah syair
bagai musafir
menyimpul tafsir
gurun pasir

luas tak bertepi
seperti hati
yang menyesat diri

diam bersembunyi
seperti hati
yang memaknai
segala rasa yang memenuhi

tetapi apalah artinya hati
jika tak berpemilik, kini

Saturday, 11 January 2014

Siapa hendak bertanya senyapnya malam?

Siapa hendak bertanya senyapnya malam?
Saat  jam dinding sanggup bicara tentang diam
Saat percik air mata sayup berkisah riam

Jika bukan tuan, biarlah saya yang bertanya
Atas segala wajah dan peristiwa
Yang terlukis muramnya durja

Bukankah tuan pernah bercerita?
Bila duka datang berselimut lara
Adalah saat untuk mendoa tiba?

Bukankah tuan telah ajarkan?
Bila sempit datang berdesakan
Maka biarlah kita dersikkan...

Sebuah syair yang dahulu
Yang mampu dilantangkan si bisu
Yang dapat diucap kelu
Yang sanggup dieja angin lalu
Yang merdu...

Sungguh tuan saya tidak mengerti
Atas segala raut yang tak bertepi
Jika tak hendak tuan bisikkan kini
 

Thursday, 17 October 2013

saat yang tepat

lihatlah kepada mata yang lelap
saat ia tiba-tiba terbuka
menatap sang waktu?

lihatlah kepada kesadaran yang lenyap

saat ia tiba-tiba kembali
mendengar detak detik?

sejenak berfikir akan waktu

pagi, malam
dini hari?

adakah waktu yang tepat?

bertanya pada jam dinding
curiga

ada dimanakah waktu?

bertanya pada langit yang sepi
tanpa rembulannya, mataharinya

tidak ada waktu itu

yang biasa terperangkap dalam jam dinding

entah dimana waktu itu

seakan diambil lagi oleh penciptanya

dimana saat yang tepat itu?

tanpa khawatir akan dustanya masa?

tiada tahu

tiada tahu

tiada yang tahu saat ini

waktu adalah dimensi yang tak dapat diukur dalam detik, menit

waktu adalah ciptaan yang berdetak atas perintah-Nya


yang membawa pesan dari penciptanya

di saat yang tepat

Thursday, 12 September 2013

antara keinginan dan kantong ajaib doraemon

aku ingin begini
aku ingin begitu
ingin ini ingin itu
banyak sekali...

semua-semua semua
dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan
kantong ajaib...

siapa yang ga tau lirik lagu di atas?

banyak diantara kita pasti tahu, pernah mendengar theme song anime doraemon tersebut
doraemon merupakan robot kucing dari masa depan
ia dikirim oleh penciptanya ke masa lalu untuk menolong seorang anak bernama nobita

apa sih istimewanya doraemon?

robot kucing bulat ini memiliki kantong ajaib
dari kantong itu, doraemon bisa mengeluarkan berbagai alat yang super canggih!

lalu kenapa dia dikirim untuk nobita?

nobita ini adalah seorang anak kelas 5 sd
nobita termasuk dalam murid yang mengalami kesulitan dalam belajar
hampir selalu nilai ulangannya mendapat nilai nol
nobita ini juga lemah dalam olah raga
diceritakan ia adalah pemain bisbol cadangan paling akhir, ketika teman-temanya berlomba melawan tim lain
nobita juga ceroboh, pemalas, dan sering menjadi korban kejahilan giant dan suneo, teman karibnya

saya g terlalu ingat detail ceritanya sih, sudah lama sekali sejak terakhir kali melihat serialnya di rcti. ini juga lagi g sempet googling. Jd seinget sy aj ya..

singkat cerita dikirimlah doraemon untuk membantu nobita menyelesaikan segala masalah sehari-harinya
merekapun berteman. ketika nobita memiliki masalah, doraemonlah yang selalu memberi bantuan dengan kantong ajaibnya
hampir semua keinginan nobita dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

wah menyenangkan sekali ya?

coba bayangkan kalau kita memiliki doraemon dengan kantong ajaibnya
keinginan apa yang paling ingin kita capai saat ini?

tetapi duhai, sayang seribu rupiah
doraemon hanyalah cerita rekaan belaka
barangkali ia adalah wujud dari angan-angan tiap anak manusia
anak manusia yang memiliki sebuah keinginan
yang ketika keinginan itu muncul
selalu ingin segera mencapainya, mendapatkannya

tetapi duhai, sayang seribu lagi
tidak ada kantong ajaib itu
kitapun dituntut untuk berusaha
memutar otak, menggerakkan tangan
mencari jalan, usaha yang paling mungkin untuk mencapai keinginan itu

yang bahkan ketika telah lama
telah berbagai usaha dilakukan
keinginan itu belum juga dapat dicapai
adakalanya harus dihapus..?

disaat-saat seperti itu
mungkin segalanya akan berbeda jika ada kantong ajaib!

duh, sakti sekali ya kantong ajaib itu
lebih sakti dari eyang subuur? :p

mari kita kembali kepada nobita dan doraemon

bersama kantong ajaib doraemon, nobita melalui hari-harinya dengan penuh petualangan yang seru
ketika ada banyak pr misalnya, doraemon mengeluarkan sebuah alat yang bisa membuat nobita menyelesaikan pr-nya dengan instan
ketika diminta ibunya untuk berbelanja, nobita menggunakan baling-baling bambu
yang membuatnya dapat terbang di angkasa
ketika hampir terlambat ke sekolah, nobita bisa memakai pintu kemana saja

pintu kemana saja ini adalah alat favorit saya, karena bisa mengantar kita kemana saja secara instan hanya dengan membuka pintu berwarna pink tersebut :D

dan masih banyak lagi alat canggih lainnya yang telah digunakan oleh nobita.

tetapi kemudian bantuan dari doraemon menjadi sebuah ketergantungan bagi nobita
alat-alat ajaib itu tidak membuat nobita menjadi lebih pintar
justru segala kemudahan itu membuatnya menjadi semakin malas
kemudahan itu tak lantas membuatnya terlepas dari permasalahan kesehariannya
terkadang justru membuat masalah itu menjadi lebih besar
hingga lagi-lagi meminta kepada doraemon untuk menolongnya dengan alat yang lebih canggih lagi

wah ternyata, kemudahan itu ada efek sampingnya ya?
masih ingin memiliki kantong ajaib doraemon?

(kalau saya sih ya tetep ingin :p)

duh, catatan ini mau ditutup dengan gimana ya.. bagian yang paling sulit ini..

mmm..mungkin kita memiliki keinginan
ingin mencapainya, terus memikirkannya
bertanya mengapa tidak segera tercapai?
aduh gimana kalau tidak tercapai
padahal pengen banget..

(ini mikir lagi...)

klo kita liat kasus nobita di atas
mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa
keinginan yang cepat tercapai itu bisa jadi tidak baik
menimbulkan efek yang lain
keinginan itu ketika telah tercapai
bisa jadi ternyata tidak seperti yang kita harapkan
velocity dari tercapainya keinginan itu ternyata tidak berkolerasi positif dengan tingkat kepuasan

apalagi?

mungkin ketika keinginan itu cepat sekali tercapai
kita justru kehilangan sesuatu
barangkali kita justru kehilangan sesuatu yang disebut 'proses'
yang konon, orang-orang tua tuh pernah bilang kalo
pengalaman itu guru yang paling berharga.
kalo kata oom saya yang orang banten: "experience is the best teacher"
pengalaman yang didapat dari proses yang panjang
bisa jadi justru memberi kita sesuatu yang lebih dari sekedar tercapainya keinginan.

Wednesday, 7 August 2013

surat dari prajurit

waktu terus berlalu. tak terasa telah berbulan-bulan aku berada di medan peperangan ini.
meninggalkan orang tua, saudara, teman, kerabat, dan.. kekasih..
malam ini, selepas kekalahan yang menyakitkan di peninsular, malaya..
semuanya seakan hening.. tidak ada deru mesiu di sekitar kamp kesatuanku..
dan kini bahkan jangkrik pun enggan berderik.. sunyi.. sunyi..

mengapa malam ini begitu sepi?

aku melihat langit,
indah sekali penuh bintang bertaburan di sana
tetapi tiba-tiba ada sesosok yang muncul di sana
entah mengapa wajahmu tiba-tiba menghiasi langit malam ini duhai kekasih..
barulah aku menyadari semua kesunyian ini adalah karena kau tak ada di sisiku..

seketika perasaan rindu yang teramat menyandera segenap jiwa dan raga
bagaimana kabarmu nona? sebuah tanya dalam hati yang bergejolak!
segera aku berlari menuju tendaku
mengambil secarik kertas
menulis sepucuk surat untukmu

dear kekasih,
maafkan aku baru sempat berkirim kabar
peperangan seakan tiada pernah berhenti
hari ini pasukan kita mengalami kekalahan
tetapi tidak mengapa
esok-lusa pasti kita kan meraih kemenangan
adakah kabarmu baik-baik saja kekasih?
apakah kau merindukan aku?

maafkan aku kekasih
medan perang ini membuat kita terpisah
segera setelah peperangan ini usai
aku pasti kembali
tetapi jika nanti hanya ragaku yang kembali
maka maafkan aku kekasih
mungkin hanya di alam sana kita dapat bertemu kembali

salam rindu yang menyergap bagai dinginnya es arktik
r a y yang selalu mencintaimu




--------------
catatan ini saya buat dalam keadaan sebagai seorang prajurit
anda mungkin akan bisa lebih menghayatinya jika anda juga berperan sebagai seorang prajurit
di dunia prajurit eIndonesia

Sunday, 28 July 2013

bilamana rembulan hidup

apakah hanya seorang penghayal
yang pantas membayangkan
bilamana rembulan hidup

apakah tidak mungkin jika ia
berbincang dengan kita
about calm, about ray

tidakkah kita ingin tahu
bagaimana ia berdamai
with cold, with quiet

bercerita tentang dunianya
bagaimana ia melihat manusia
is it bright, is it dark?

bilamanakah rembulan
jika ia hidup sebagai manusia?

---
duhai, suatu ketika sang pengkhayal mendengar kabar
dahulu kala hiduplah seseorang
seseorang yang wajahnya bersinar bagai purnama
duhai, siapakah gerangan ia
adalah ia, manusia terbaik yang pernah ada
yang membawa kabar gembira dan petunjuk
bagi orang-orang yang percaya

maka sang pengkhayal pun mencari tahu
mempelajari buku-buku, menggali petunjuk
menghayati, bagaimana sang manusia rembulan kala hidup
dan mencoba hidup, bagai manusia rembulan

Saturday, 27 July 2013

datang

datang
apa yang membawamu, datang
siapa yang membawamu
untuk apa, datang

datang
apa kau mengenal hujan?
apa kau tahu angin?
cahaya?

datang
mengapa kau harus, datang
apakah kau kan pergi?

datang
kau hadir dalam tanya
dalam teka-teki

datang
untuk bertamu

datang
dan bertanya

datang..

Wednesday, 10 July 2013

hari ini tiba

Hari ini tiba-tiba banyak orang memperhatikan hilal. Hari ini adalah tanggal 29 sya’ban, banyak mata tertuju ke langit. Menjadi saksi apakah bulan yang baru terlahir hari ini atau tertunda esok. Setelah hilal itu terlihat, banyak orang tiba-tiba memperhatikan amalannya. Menjaga perbuatannya, menjadi setingkat, atau setengah tingkat lebih alim. Orang-orang mendadak merasa lebih dekat dengan Penciptanya. Merasa harus lebih mencintai Sang Maha Mencitai. Ajaib sekali bukan?
Eits, sebelum terlalu jauh, sebenarnya tulisan ini tidak hendak membicarakan bulan yang suci itu. Saya hanya ingin menyampaikan sebuah surat perpisahan kepada anda. Sebagaimana bulan dan matahari yang berputar, maka saya pikir waktu telah tiba. Saya memutuskan untuk berevolusi. Saya hendak berkelana, ke tempat asing yang belum pernah saya kunjungi. Saya tidak tahu dimana pastinya, biarlah nanti nasib yang menentukan sebagaimana ia mempertemukan kita dulu.
Saya tahu, ketika anda membaca tulisan ini, anda pasti bersedih. Perpisahan. Sebuah keadaan yang begitu asing bagi kita. Sebuah kata yang kita hindari selama ini. Sebuah niscaya yang meski tidak kita harapkan, secara tidak sadar selalu kita tunggu. Karena ia pasti. Datang mengambil sesuatu yang berharga milik kita. Tetapi jangan takut. Ia bukan makhluk yang jahat. Ia hanya ciptaan yang terlihat kejam. Barangkali kita hanya akan menebus dengan air mata, dan segumpal penyesalan, atau kesedihan. Dan waktu akan selalu menjadi pelipur yang manjur.
Pada saat saya menuliskan ini, terbayang begitu banyak ingatan. Saat pagi yang cerah. Saat kita saling bertanya. Saya bertanya siapakah anda. Anda bertanya siapakah saya. Di dalam hati. Sejak saat itu kita melalui banyak hal. Bermain bersama. Tertawa. Menangis bersama. Berbagi. Bermain bersama. Belajar. Menghadapi duka, lara. Hujan ataupun terik. Saya sangat berterima kasih atas waktu yang kita lalui bersama. Terasa begitu indah. Bagai cahaya. Terang, melesat begitu saja.
Anda tahu, ketika saya mengingat masa-masa itu. Saya selalu ingin mengabadikannya melalui tulisan. Saya selalu ingin bercerita lewat huruf-huruf. Memutar ulang masa yang telah berlalu dengan kata-kata. Tetapi ketika hendak mengetikkannya, huruf-huruf itu, kata-kata itu entah mengapa tak ingin bicara. Mendadak ia kelu. Bisu. Seketika ia menjadi kuyup, oleh air yang entah turun dari mana. Sebenarnya, anda lebih tahu alasannya. Bahwa saya memang tidak pandai bercerita.
Di paragraf terakhir ini, saya hendak berpesan kepada anda. Anda tentu pernah sekali-dua kali membaca puisi saya. Suatu ketika saya pernah menulis bahwa meski kita berpisah, sejatinya kita tetap bisa bersama. Meski raga saya, jasad saya tak dapat anda jumpai, setidaknya anda masih dapat merasai jiwa saya. Dalam setiap tulisan saya, dalam setiap kenangan yang anda simpan. Dimana saja, saya tahu anda memiliki saya dalam tubuh anda. Dalam jiwa anda. Saya adalah diri anda sendiri. Bayangkan anda adalah amoeba yang membelah diri, ketika saya pergi. Anda tetap bisa hidup dengan normal.
Ah maaf, ternyata saya perlu menulis satu paragraf lagi. Saya tahu, terkadang urusan perasaan memang tak dapat diduga. Tetapi ingatlah, jika anda rindu nanti, tulislah sepucuk surat, yang tak perlu pena untuk menuliskannya pada kertas. Bisikkanlah. Biar yang Maha Mendengar menyampaikan surat rindu anda kepada saya. Biar yang Maha Mendengar menyampaikan segalanya. Anda tentu selalu percaya kepada-Nya, bukan?
Bulan ini, tiba-tiba banyak orang berlomba untuk menjadi lebih baik. Tetapi saya tidak merasa ada yang berubah dalam diri saya. Hari ini saya merasa perlu untuk lebih mencintai anda. Esok, saya akan pergi,   menjari jalan terbaik untuk anda. Jika saya kembali, anda akan menemui yang terbaik dari diri saya. Dan jika saya pergi selamanya, maka itulah yang terbaik yang dapat saya berikan kepada anda. Terima kasih atas segala yang anda berikan kepada saya. Terima kasih Tuhan.



Monday, 6 May 2013

kaca, kaca, kaca


ketika aku kembali
membawa cinta yang terakhir

tetapi semua telah terlambat

aku tidak tahu
apakah kau mengerti atau tidak
bahwa cinta mu selalu ku bawa

tetapi kini segalanya telah diam

terbayang akan masa yang jauh
ketika aku kecil
memandangi wajahmu yang teduh
redup matamu menyimpul sejuta arti
yang baru ku ketahui kini

apakah kepergianku kala itu menjadikan pilu?
maafkan aku yang tak pernah mengerti
sungguh aku tak ingin jauh

tetapi begitulah suratan

terkadang entah mengapa segalanya begitu saja terjadi
terkadang aku terhanyut dalam duniaku
terkadang aku lupa bahwa kau selalu ada

"terkadang kita dapat mengingat begitu dekat seseorang ketika ia benar-benar telah jauh, jauh sekali"

kini ingatan itu begitu lekat
saat kau di dekatku
mengeja kasih dan sayang
sedang aku sendiri kelu
tak mampu mewujudkan bahasa cinta untukmu
terkadang aku menyesali
mengapa harus berjalan seperti ini
kisah ini, cinta ini
terkadang aku bertanya kepada diriku sendiri
mengapa aku harus jauh darimu
dalam perantauan panjangku
dalam risaunya dirimu, memikirkan aku
disaat aku justru menafikkanmu

"entah mengapa terkadang kita menjadi tokoh paling antagonis tanpa kita sadari"

lihatlah aku telah kembali
membawa cinta yang penuh
hanya untukmu, untukmu!

tetapi terkadang dunia begitu ironis
tetapi terkadang sebuah kisah menjadi begitu dramatis

ketika tlah kupersiapkan sejuta cinta itu
kau hanya sanggup menatapku sekejap
dan kini hanya tersisa kisah
ketika kau memanggil-manggil namaku
sebelum nafas terakhirmu