Tuesday, 12 July 2011

Jejak

Angin makin kencang
Terpaan yang membuat mata seakan meleleh
Larut terbawa keharuan
udara
Dan semua

Tiada yang lebih menyejukkan
selain belaian masa kecil
Akar-akar idealis kita
Keyakinan

Kembali ke sana sebagai makhluk transparan
Segala ketahui oleh citra
Tanpa pandangan
Hanya detakan
Tersenyum

Tetap seperti engkau yang dulu
Dalam rahim ketulusan
Dalam syahadat yang dibisikkan
Dalam cinta pertama yang dikenal

---puisi yang saya tulis 1 Januari 2009 ini, hingga kini saya rasa adalah yang terbaik yang pernah saya buat, yang paling 'calm'. tentang masa kecil yang suci, dan doa semoga kelak kita akan kembali menjadi suci. "Jejak" ini pernah saya ikutkan lomba yang bertema tentang perjalanan kehidupan pada tahun 2010. Ya, karena temanya cocok saya ikutkan saja, tapi sayang ternyata tidak menang. sedih juga, puisi terbaikku kalah! tapi kemudian puisi ini terpilih untuk diterbitkan dalam buku antologi puisi "Kepingan Kehidupan" yang terbit baru-baru ini. ya, dengan itu semoga jejakku ini dapat menginspirasi lebih banyak orang. oh ya, kalau ada yang mau bukunya bisa hubungi saya ^^---

Tuesday, 10 May 2011

dari jendela kecilku

Aku melihat padang rumput yang luas, berbukit-bukit. Aku, seorang anak kecil yang berlari riang di sana. Diterpa sinar matahari dan hangatnya, dibuai angin yang lembut teramat, yang mendekap mesra dan tak mendinginkan.

Aku suka musim panas, aku suka hangatnya, disengat mataharinya. Memejamkan mata, meresapi cahaya menerpa wajahku. Hangat, panas, menyenangkan sekali. Dan terus berlari-lari tanpa batas. Merasakan hangat, panas tubuhku, gelora kanak-kanakku yang meledak! Benar-benar meledak! Buncah seluruh ragaku. Menyenangkan sekali. Menyenangkan se-ka-li!

Dan terus berlari. Berlari! Berlari-lari terus hingga ujung matahari..

-Rasailah kawan, matahari ini, cahaya ini, panas ini. Karena kelak ketika Ia menghilang, tak akan ada lagi senyum yang menyala di dunia.-

Tuesday, 29 March 2011

life like a tale

aku sedang berkhayal tentang masa depan, sebelum kau menepuk bahuku dari belakang. membuyarkan imajinasi yang kurangkai.

dengan ringan kau lukiskan imajinasi yang lebih menakjubkan.

ku akui, kau memang pendongeng yang hebat. penyihir kehidupan yang membuai dengan mimpi-mimpi indah. dan membuat terpana meski di alam khayal.

terkadang aku bahkan tak dapat mengenali, apakah ini alam nyata, atau khayal?
aku sering sulit untuk memahami, apakah aku sedang bermimpi, atau terjaga.
bahkan aku sering mengira mimpi-mimpi itu kenyataan.

aku iri padamu. sungguh iri.

kau juga mengajarkan bahwa terkadang kita harus bersikap keras kepala. untuk hal yang bahkan tak ber-logika.
aku tak mengerti itu. bahkan ketika kucari di dalam kefana-an.
kau bilang khayalan adalah awal pertemuan. pertemuan yang manis.
tapi tampaknya takdir lebih berkuasa. untuk menunggu sampai pada kenyataan bahwa pertemuanmu adalah perpisahan denganmu.

karena khayalan kita berbeda.

I would love the rest of this time, with my way. So, please keep your dream until that time, I'll be here for you.